Sunday, February 13, 2011

kangeenn

Kangeeen…Rinduuu…

Aku kangen kamu… kamu dimana?

Rasanya ingin kembali ke satu tahun yang lalu dimana kamu masih barsama aku. Duduk dalam sebuah kelas. Satu kelas IA 3.

Saat Ramadhan kelas 11, waktu itu kamu datang ke sekolahku sebagai siswa baru. Kamu pun masuk di kelasku. Menjadi anggota baru di kelasku. Pertama kali melihatmu, aku merasa aneh. Penampilanmu aneh, logat bahasamu aneh, kebiasaanmu aneh, yah semuanya aneh. Kamu pintar. Kamu sangat pintar dalam pelajaran matematika, fisika dan computer. Tapi tidak untuk biologi. Kamu anaknya suka bercanda, selalu riang dan tersenyum. Dan suka memamerkan gigimu itu pada teman-teman. Tak lupa gaya mu saat difoto dengan jari telunjuk dan ibu jari di dagu membentuk huruf V. Gaya mu yang sangat khas. Setiap orang tau gaya khas mu itu. Kamu tidak bisa berbahasa jawa, dan selalu bingung saat kita berbicara bahasa jawa padamu. Yang kita tahu kamu adalah siswa dari Balikpapan yang tiba-tiba nongol di kelasku.

Hari demi hari kamu semakin terbiasa dan menyesuaikan diri dengan suasana di sekolah yang baru bagimu. Kamu suka sekali bercanda dengan aku. Dan aku suka meniru gaya foto khas mu. Sampai pada akhir kelas 11, kamu sering sekali kirim sms ke aku. Dan aku biasa aja menanggapimu. Dan finally, kamu nembak aku. Apa boleh buat, waktu itu kamu aku tolak. Aku belum kenal kamu sepenuhnya, aku juga gak tahu apa maksudmu nembak aku. Dan satu hal penting, kamu adalah non muslim. Jadi nggak mungkin banget kalau sampai kita pacaran. Akhirnya, kamu lama-kelamaan secara perlahan-lahan kamu menghindar dariku. Aku merasa aneh dengan sifatmu yang tiba-tiba berubah seperti itu. Aku jadi nggak enak sama kamu. Apalagi kita kan satu kelas. Kayaknya sulit banget kalau diem-dieman dalam 1 kelas gini.

Kelas 11 pun berakhir dan kelas 12 pun dimulai. Kamu kembali satu kelas sama aku. Dalam satu kelas ini, kelas IA3. Banyak kenangan muncul. Dimulai saat Bulan Agustus, aku ngadain pesta ultah di rumahku, kamupun hadir meskipun agak telat dengan pakaian masih memakai seragam pramuka. Aku nggak tahu darimana saja kamu sampai-sampai masih pakai seragam kayak gitu. Saat acara tiup lilin, semua teman langsung ayo kue pertama buat kamu. Aku bingung. Waktu itu perasaanku masih biasa aja. Yah, kamu nggak aku kasih kue deh, tapi aku lebih pilih sahabatku. Maaf ya. Waktu pulang, kita sempet bercanda tolet-toletan kue ke badan masing-masing. Kamu lucu banget. Untung aja aku nggak kena kue itu.kamu pulang, dan sebelum naik ke motormu, kamu sempat mengelus rabutku dan bilang “makasih ya” trus langsung lari ke motormu. Entah kenapa saat itu aku merasa ada perasaan sedikit sama kamu.

Bulan Desember datang, kamu sakit. Kamu sakit sampai nggak masuk sekolah lama sekali. Aku benar-benar khawatir ma kamu. Kata teman-teman kamu kena penyakit apalah lupa aku. Semakin khawatir aku. Tiap hari kepikiran kamu. Setelah aku jenguk kamu di puskesmas, ternyata kamu sudah dipindah di RS. Betapa pengen nangisnya aku saat malam hari. Aku kepikiran kamu tahu nggak. Kenapa kamu sampai kayak gitu. Padahal saat di puskesmas, saat aku keluar kamu menatapku, dan aku juga. Kenapa pas itu kebarengan gitu. Aku kangen kamu saat di kelas. Biasanya ada kamu yang ceria. Tapi tidak untuk saat itu. Tidak ada yang ceria, kelas sepi dan akhirnya aku beranikan diri untuk pertama kalinya sms kamu setelah peristiwa penolakan itu. Aku Tanya kabar kamu, aku suruh kamu untuk nggak lupa minum obat, aku suruh kamu makan secara teratur, aku suruh kamu supaya tetap jaga kesehatan agar kamu cepet masuk sekolah.

Beberapa hari kemudian kamu bales smsku. Kamu memberi kabar bahwa nanti sorenya kamu akan balik dari RS. Aku seneng banget dengernya. Seneng sekali. Meskipun saat itu aku sedang gagal dalam sebuah olimpiade. Tapi aku tetap senang. Akhirnya kamu masuk sekolah, aku bertanya gimana keadaanmu, sudah membaikkah. Dan kamu hanya membalas dengan senyuman. “sudah kok”. Singkat dengan senyum, betapa leganya hatiku melihat kamu lagi dengan senyum mengembang lagi di bibirmu. Aku kangen kamu R**!

Bulan Januari tiba, kamu semakin dekat dengan aku, saat liburan kita sering sms an. Aku senang sekali. Setiap hari selalu menunggu sms darimu. Selalu membaca sms-sms mu dan sesekali tersenyum sendiri saat membacanya. Aku tersadar, apakah mungkin aku jatuh cinta padamu? Tapi segera aku tepis pemikiran itu, karena aku tahu itu takkan mungkin, karena kita beda keyakinan. Nggak mungkin semua akan terjadi.

Hari berganti hari, tibalah bulan Februari, di bulan ini, kita sering pulang bareng, bercanda bareng, duduk satu bangku, ngerjain PR bareng, ke kantin bareng, makan bareng. Aku senang sekali saat kamu ngajarin aku matematika, fisika, dan computer, dan aku sangat senang sekali mengajarimu biologi. Aku tahu kamu juga sangat senag. Itu semua tercermin dalam wajahmu yang bersinar daripada sebelumnya. Kamu menjadi sangat rajin di kelas biologi. Padahal dulunya kamu adalah seseorang yang benci dengan pelajaran itu. Dulu kamu yang sering tidur di kelas, sekarang menjadi selalu bersemangat, karena kamu duduk di sebelahku. Saat aku kehilangan semangat karena nialai ulanganku yang jelek, kamu selalu mencoba menghiburku dengan lagu-lagu anime mu yang menurutku sangat aneh itu dan bikin jadi periang juga sih. Dan aku selalu tersenyum kembali saat mendengar lagu-lagu itu. Salah satu yang masih aku ingat “watashiwa romantiku… anatawa….” Gag tau lah apa terusannya lupa. Yang jelas aku semakin merasa nyaman berada di dekatmu. Selalu bersamamu. Aku merasa sangat nyaman, aman, dan tentram. Dan aku tersadar bahwa aku benar-benar jatuh cinta sama kamu.

Maret datang, beberapa teman sekelas suah mulai sadar kalau aku juga punya perasaan sama kamu. Salah satu dari mereka bahkan ada yang sms aku untuk tetap berhati-hati dan berusaha untuk menjauhimu. Setelah membaca smsnya, sempat marah sih atau kecewa, atau bingung, gag tau lah, semua menjadi satu. Aku sayang kamu R**! Aku sayaaaang banget sama kamu. Perasaan ini udah tumbuh secara kuat dan mendalam dalam hatiku dan tak bisa dicabut lagi. Mau gimana lagi kalau sudah soal perasaan begini. P1010756.JPG

April, inilah bulan yang paling membahagiakan bagiku dan kamu. Unas pun selesai dilaksanaakan. Kelas mengadakan rekreasi ke WBL. Lima belas April 2010.. masih jelas tanggal itu terngiang di benakku. Kamu mengungkapkan perasaanmu di tengah lautan saat kita bermain sepeda air bersama. Saat berada di tengah, kamu meminta untuk berhenti sejenak, dan saat itu lah kamu mengungkapkan perasaanmu itu. Aku tertegun. Dan terdiam beberapa saat, dan akhirnya menerimamu. Karena tak bisa aku pungkiri perasaanku yang sama denganmu. Aku sayang kamu K**** G****** L*** P******…. Seperti bermimpi rasanya pada hari itu tak pernah aku pikirkan tentang adanya hari itu sebelumnya…. Sungguh membahagiakan… J))))))

P1010781.JPG

April berganti Mei, wisuda tiba dan kita bertemu untuk yang terakhir kalinya dengan sebuah perasaan ini. Perasaan yang sama. P1010046.JPGkita sempat berfoto bersama. Selesai wisuda kamu langsung pergi ke Jakarta, karena kamu diterima di UI. Aku senang kamu diterima disana, tapi aku juga merasa sangat kehilangan kamu.

Mei berakhir, Juni datang, kamu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Kamu tidak pernah lagi sms. Facebook mu tak pernah aktif. Setengah mati aku bingung mencarimu. Tapi apa dayaku. Kamu jauh disana dan aku disini. Aku pasrah. Akhirnya aku beranikan telp kamu ternyata no mu aktif dan kita berbicara banyak. Lewat pembicaraan itu aku tahu kalau hubungan kita tak pernah disetujui oleh ortu karena masalah perbedaan keyakinan. Kamu cerita semuanya. Dan aku mengerti. Kamu Tanya kabarku. Aku jawab aku sudah diterima di UM dan kamu sangat senang mendengarnya.setelah telp ditutup. Itulah akhir aku dapat ngbrol denganmu dari hati ke hati. Setelah itu, kita tak pernah bicara dari hati-ke hati lagi seperti dulu. Bahkan saat pertemuan SBI di SMA, kita saling diam, seperti tak pernah mengenal. Aku kecewa. Tapi aku yakin. Dan sangat yakin bahwa kamu masih menyimpan perasaan itu padaku. Demikian denganku. Berbagai cara aku melupakanmu Rel! tapi semoga aja bisa.. aku kangen kamu… kamu dimana? Masih ingatkah sama aku? Aku pengen memutar waktu seperti dulu. Tapi aku tahu itu tak mungkin. Aku harap kamu nggak akan pernah lupa dengan masa-masa indah itu. Selamanya aku akan mengingatmu, mengenangmu, dan akan menceritakan pada anakku kelak. Kamu telah menjadi bagian dalam hidupku. I will try to forget you, but I still loving you, Dear!!! Don’t forger me! :’)

SPECIAL.jpg

Saturday, February 5, 2011

Catatan Akhir Tahun 2010

Tahun 2010..
Menjadi tahun yang paling indah dalam menghabiskan umur 17 tahunku..

Alhamdulillah.. terimakasih Ya Allah..
Terimakasih atas semangat awal tahun di Januari itu..
Terimakasih atas indahnya persahabatan di Februari itu hingga saat ini..
Terimakasih atas kemudahan UNAS di akhir Maret itu..
Terimakasih atas keindahan dan kebahagian di pertengahan April itu..
Terimakasih atas kelulusan 100% yang Kau berikan pada SMA ku di Mei itu..
Terimakasih atas diterimanya aku di UM pada awal Juni itu..
Terimakasih atas tempat tinggal baru dalam sebuah asrama di pertengahan Juli itu..
Terimakasih atas kejutan-kejutan, sahabat baru, dosen baru, tempat belajar baru, di Agustus itu..
Terimakasih atas kerinduan dan kesedihan di sepanjang bulan September itu..
Terimakasih atas kekecewaan di bulan Oktober itu..
Terimakasih atas senyum di bulan November itu..
Terimakasih atas kekuatan, perlindungan, persahabatan, kekeluargaan, kasih sayang, kegembiraan, bahkan kesulitan, sehingga sampai di hari penghujung Desember ini aku masih bisa selalu tersenyum menyambut hari-hari.. ^_^

Selamat tinggal tahun 2010..
Terimakasih untuk semuanya..
Selamat datang tahun 2011..
Semoga menjadi tahun yang lebih baik lagi..
Amiiien... ^_^d