Kangeeen…Rinduuu…
Aku kangen kamu… kamu dimana?
Rasanya ingin kembali ke satu tahun yang lalu dimana kamu masih barsama aku. Duduk dalam sebuah kelas. Satu kelas IA 3.
Saat Ramadhan kelas 11, waktu itu kamu datang ke sekolahku sebagai siswa baru. Kamu pun masuk di kelasku. Menjadi anggota baru di kelasku. Pertama kali melihatmu, aku merasa aneh. Penampilanmu aneh, logat bahasamu aneh, kebiasaanmu aneh, yah semuanya aneh. Kamu pintar. Kamu sangat pintar dalam pelajaran matematika, fisika dan computer. Tapi tidak untuk biologi. Kamu anaknya suka bercanda, selalu riang dan tersenyum. Dan suka memamerkan gigimu itu pada teman-teman. Tak lupa
Hari demi hari kamu semakin terbiasa dan menyesuaikan diri dengan suasana di sekolah yang baru bagimu. Kamu suka sekali bercanda dengan aku. Dan aku suka meniru
Kelas 11 pun berakhir dan kelas 12 pun dimulai. Kamu kembali satu kelas sama aku. Dalam satu kelas ini, kelas IA3. Banyak kenangan muncul. Dimulai saat Bulan Agustus, aku ngadain pesta ultah di rumahku, kamupun hadir meskipun agak telat dengan pakaian masih memakai seragam pramuka. Aku nggak tahu darimana saja kamu sampai-sampai masih pakai seragam kayak gitu. Saat acara tiup lilin, semua teman langsung ayo kue pertama buat kamu. Aku bingung. Waktu itu perasaanku masih biasa aja. Yah, kamu nggak aku kasih kue deh, tapi aku lebih pilih sahabatku. Maaf ya. Waktu pulang, kita sempet bercanda tolet-toletan kue ke badan masing-masing. Kamu lucu banget. Untung aja aku nggak kena kue itu.kamu pulang, dan sebelum naik ke motormu, kamu sempat mengelus rabutku dan bilang “makasih ya” trus langsung lari ke motormu. Entah kenapa saat itu aku merasa ada perasaan sedikit sama kamu.
Bulan Desember datang, kamu sakit. Kamu sakit sampai nggak masuk sekolah lama sekali. Aku benar-benar khawatir ma kamu. Kata teman-teman kamu kena penyakit apalah lupa aku. Semakin khawatir aku. Tiap hari kepikiran kamu. Setelah aku jenguk kamu di puskesmas, ternyata kamu sudah dipindah di RS. Betapa pengen nangisnya aku saat malam hari. Aku kepikiran kamu tahu nggak. Kenapa kamu sampai kayak gitu. Padahal saat di puskesmas, saat aku keluar kamu menatapku, dan aku juga. Kenapa pas itu kebarengan gitu. Aku kangen kamu saat di kelas. Biasanya ada kamu yang ceria. Tapi tidak untuk saat itu. Tidak ada yang ceria, kelas sepi dan akhirnya aku beranikan diri untuk pertama kalinya sms kamu setelah peristiwa penolakan itu. Aku Tanya kabar kamu, aku suruh kamu untuk nggak lupa minum obat, aku suruh kamu makan secara teratur, aku suruh kamu supaya tetap jaga kesehatan agar kamu cepet masuk sekolah.
Beberapa hari kemudian kamu bales smsku. Kamu memberi kabar bahwa nanti sorenya kamu akan balik dari RS. Aku seneng banget dengernya. Seneng sekali. Meskipun saat itu aku sedang gagal dalam sebuah olimpiade. Tapi aku tetap senang. Akhirnya kamu masuk sekolah, aku bertanya gimana keadaanmu, sudah membaikkah. Dan kamu hanya membalas dengan senyuman. “sudah kok”. Singkat dengan senyum, betapa leganya hatiku melihat kamu lagi dengan senyum mengembang lagi di bibirmu. Aku kangen kamu R**!
Bulan Januari tiba, kamu semakin dekat dengan aku, saat liburan kita sering sms an. Aku senang sekali. Setiap hari selalu menunggu sms darimu. Selalu membaca sms-sms mu dan sesekali tersenyum sendiri saat membacanya. Aku tersadar, apakah mungkin aku jatuh cinta padamu? Tapi segera aku tepis pemikiran itu, karena aku tahu itu takkan mungkin, karena kita beda keyakinan. Nggak mungkin semua akan terjadi.
Hari berganti hari, tibalah bulan Februari, di bulan ini, kita sering pulang bareng, bercanda bareng, duduk satu bangku, ngerjain PR bareng, ke kantin bareng, makan bareng. Aku senang sekali saat kamu ngajarin aku matematika, fisika, dan computer, dan aku sangat senang sekali mengajarimu biologi. Aku tahu kamu juga sangat senag. Itu semua tercermin dalam wajahmu yang bersinar daripada sebelumnya. Kamu menjadi sangat rajin di kelas biologi. Padahal dulunya kamu adalah seseorang yang benci dengan pelajaran itu. Dulu kamu yang sering tidur di kelas, sekarang menjadi selalu bersemangat, karena kamu duduk di sebelahku. Saat aku kehilangan semangat karena nialai ulanganku yang jelek, kamu selalu mencoba menghiburku dengan lagu-lagu anime mu yang menurutku sangat aneh itu dan bikin jadi periang juga sih. Dan aku selalu tersenyum kembali saat mendengar lagu-lagu itu. Salah satu yang masih aku ingat “watashiwa romantiku… anatawa….” Gag tau lah apa terusannya lupa. Yang jelas aku semakin merasa nyaman berada di dekatmu. Selalu bersamamu. Aku merasa sangat nyaman, aman, dan tentram. Dan aku tersadar bahwa aku benar-benar jatuh cinta sama kamu.
Maret datang, beberapa teman sekelas suah mulai sadar kalau aku juga punya perasaan sama kamu. Salah satu dari mereka bahkan ada yang sms aku untuk tetap berhati-hati dan berusaha untuk menjauhimu. Setelah membaca smsnya, sempat marah sih atau kecewa, atau bingung, gag tau lah, semua menjadi satu. Aku sayang kamu R**! Aku sayaaaang banget sama kamu. Perasaan ini udah tumbuh secara kuat dan mendalam dalam hatiku dan tak bisa dicabut lagi. Mau gimana lagi kalau sudah soal perasaan begini. 
April, inilah bulan yang paling membahagiakan bagiku dan kamu. Unas pun selesai dilaksanaakan. Kelas mengadakan rekreasi ke WBL.

April berganti Mei, wisuda tiba dan kita bertemu untuk yang terakhir kalinya dengan sebuah perasaan ini. Perasaan yang sama.
kita sempat berfoto bersama. Selesai wisuda kamu langsung pergi ke
Mei berakhir, Juni datang, kamu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Kamu tidak pernah lagi sms. Facebook mu tak pernah aktif. Setengah mati aku bingung mencarimu. Tapi apa dayaku. Kamu jauh disana dan aku disini. Aku pasrah. Akhirnya aku beranikan telp kamu ternyata no mu aktif dan kita berbicara banyak. Lewat pembicaraan itu aku tahu kalau hubungan kita tak pernah disetujui oleh ortu karena masalah perbedaan keyakinan. Kamu cerita semuanya. Dan aku mengerti. Kamu Tanya kabarku. Aku jawab aku sudah diterima di UM dan kamu sangat senang mendengarnya.setelah telp ditutup. Itulah akhir aku dapat ngbrol denganmu dari hati ke hati. Setelah itu, kita tak pernah bicara dari hati-ke hati lagi seperti dulu. Bahkan saat pertemuan SBI di SMA, kita saling diam, seperti tak pernah mengenal. Aku kecewa. Tapi aku yakin. Dan sangat yakin bahwa kamu masih menyimpan perasaan itu padaku. Demikian denganku. Berbagai cara aku melupakanmu Rel! tapi semoga aja bisa.. aku kangen kamu… kamu dimana? Masih ingatkah sama aku? Aku pengen memutar waktu seperti dulu. Tapi aku tahu itu tak mungkin. Aku harap kamu nggak akan pernah lupa dengan masa-masa indah itu. Selamanya aku akan mengingatmu, mengenangmu, dan akan menceritakan pada anakku kelak. Kamu telah menjadi bagian dalam hidupku. I will try to forget you, but I still loving you, Dear!!! Don’t forger me! :’)

No comments:
Post a Comment